Melepaskan Diri dari Sandwich Generation
Success Stories

Melepaskan Diri dari Sandwich Generation

Istilah sandwich generation dicetuskan pada tahun 1981 oleh seorang antropolog yang bernama Dorothy Mills. Istilah ini menggambarkan situasi pada waktu kesadaran higienis dan kesehatan masyarakat meningkat. Akibatnya menyebabkan harapan hidup manusia umumnya bertambah.  Pada umumnya generasi umur 50 tahun sudah pensiun, walaupun mereka masih sehat dan produktif. Sementara generasi di bawahnya di usia 20an mulai merintis kehidupan berkeluarga. Pada saat mereka mulai punya anak dan kebutuhan keluarga kecilnya bertambah, kebutuhan orang tuanya juga bertambah, hal ini menyebabkan terjadinya sandwich generation. Kondisi yang membuat generasi terhimpit untuk memenuhi kebutuhan orang tua dan keluarga kecilnya yang mulai tumbuh.

Istilah sandwich generation masih sangat relevan pada kondisi sekarang. Informasi tentang kesehatan yang menyebar luas menimbulkan kesadaran dalam masyarakat untuk hidup sehat. Ditunjang dengan pelayanan kesehatan yang membaik membuat harapan hidup menjadi lebih panjang. Untuk Indonesia kondisi ini sangat relevan. Pelayanan BPJS yang membaik, memungkinkan pengobatan berbagai penyakit akibatnya harapan hidup juga bertambah.  Bertambahnya harapan hidup sebaiknya juga ditopang dengan kemandirian, sehingga kita tidak membebani generasi anak kita. Sebagai bagian dari gen x, kita merasakan terhimpit tanggung jawab atas orang tua pada saat mulai menapak kehidupan keluarga sendiri. Pilihan antara biaya sekolah anak dan biaya kebutuhan orang tua dengan pendapatan yang terbatas, sehingga kita mengalami menjadi bagian dari sandwich generation.

Kita mendidik anak kita dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan zaman mereka. Kita berikan pendidikan terbaik supaya mereka dapat mandiri dan memikul tanggung jawab mereka atas keluarga mereka. Apa yang sudah kita siapkan untuk diri kita sendiri? Apakah kita akan menjadi bagian dari beban tanggung jawab mereka atau kita juga sedang menyiapkan diri untuk menyambut usia lanjut?

Untuk ketidakpastian kita siapkan asuransi, bagaimana dengan sesuatu yang pasti terjadi? Sudahkah kita merencanakan kemandirian kita? Apakah kita akan menjadi beban tanggung jawab anak kita?

Melepaskan diri dari lapisan sandwich yang menghimpit merupakan bentuk kasih sayang kepada anak anak. Kemandirian saat menjadi lansia sangat penting agar dapat melepaskan diri dari sandwich generation. Kemandirian dalam bentuk  finansial, dan juga fisik dan mental. Dalam tulisan ini pembahasan terbatas pada membangun kemandirian fisik. Kemandirian fisik dapat dicapai dengan memperhatikan gaya hidup sehat. Menjaga kualitas tidur, asupan makanan dan tentunya menjaga kebugaran dengan olahraga. Terutama olahraga yang menunjang kemampuan untuk menjalankan aktivitas harian secara mandiri. 

Aktivitas harian di antaranya perawatan diri, seperti mandi dan berpakaian. Selanjutnya pemenuhan kebutuhan sehari-hari, mempersiapkan makanan, berbelanja dan melakukan pekerjaan rumah. Terakhir juga aktivitas rekreasi, seperti sosialisasi dengan teman dan keluarga, bermain dengan cucu dan juga traveling.

Olahraga yang sesuai untuk menjaga kemandirian dikenal juga sebagai functional training. Olahraga yang didesain dengan tujuan untuk menjaga kemampuan fisik untuk  menjalankan aktivitas sehari-hari. Gerakan dalam functional training tidak mengisolasikan otot tertentu, melainkan gerakan yang mengoordinasikan sekumpulan otot untuk melakukan gerak aktivitas sehari-hari, seperti membawa tas belanja. 

Gerakan utama dalam functional training adalah:

  1. Jongkok. Gerakan duduk.

  2. Membungkuk, misalnya mengambil barang di lantai

  3. Mendorong, seperti mendorong pintu

  4. Menarik, seperti menarik pintu

  5. Menjinjing, seperti menjinjing tas belanja

  6. Berputar, seperti memutar tubuh untuk menggunakan sabuk pengaman.

Beberapa manfaat dari gerakan functional training adalah:

  1. Melakukan aktivitas harian menjadi lebih mudah

  2. Mencegah cedera 

  3. Meningkatkan keseimbangan

  4. Dapat dilakukan oleh semua orang

Salah satu bentuk functional training yang sangat efektif adalah pilates. Pilates melatih otot dan sendi untuk bekerja sama dengan efisien dalam melakukan aktivitas harian. Olahraga pilates dibuat oleh Joseph Pilates di tahun 1920 sebagai metode olahraga yang melatih stabilitas, ketahanan otot dan gerakan dengan kesadaran. Mind and muscle connection. 

Ada dua jenis pilates yang sering dilakukan, yaitu pilates mat  yang hanya menggunakan tubuh sebagai beban sedangkan pilates dengan alat menggunakan per sebagai beban. Setelah usia 50 tahun tubuh yang tidak dilatih kehilangan masa otot sebanyak 2% per tahun dan bisa mengalami sarcopenia. Kehilangan masa otot menyebabkan menurunnya metabolisme tubuh sehingga tubuh kita tidak bisa mengelola makanan dan akhirnya menimbulkan penyakit seperti diabetes, darah tinggi dan lainnya. Selain itu kehilangan massa otot tentunya juga menjadikan kita lemah dan akhirnya kehilangan kemandirian karena risiko jatuh meningkat.

Upaya untuk hidup sehat dan mandiri dengan menjaga asupan makanan, tidur yang cukup dan berolahraga yang berkesinambungan diharapkan dapat mempersiapkan kita untuk masa tua yang tidak menghimpit anak anak kita, melepaskan diri dari bagian sandwich generation.

Semua masalah di atas dapat kita cegah dengan olahraga. Pilates menjadi pilihan yang tepat karena olahraga pilates tidak menuntut adanya prasyarat untuk memulai. Olahraga ini akan menyambut kita dalam kondisi apa pun, bahkan yang sudah mulai mengalami kondisi degeneratif seperti osteoarthritis. Pilates adalah bentuk olahraga low impact dengan menggunakan beban, baik tubuh sendiri maupun dari peralatan. Bergerak akan melancarkan peredaran darah, latihan beban akan menjaga massa otot. Jika dilakukan dengan rutin, dapat membangun kembali kekuatan tubuh.

Bagaimana cara  memilih studio  yang sesuai dengan kebutuhan untuk tujuan membangun kekuatan dan kemampuan tubuh?  Pada masa sekarang studio pilates sudah menjamur dan menawarkan beragam jenisnya, seperti klasikal, kontemporer, atletik dan rehabilitasi. Kriteria utama tentunya adalah kualitas instruktur yang bisa dilihat dari sertifikasi, training dan  pengalaman mengajar. Selanjutnya kemampuan komunikasi yang bisa memotivasi kita untuk menjadi disiplin. Tidak kalah penting adalah kenyamanan studio sehingga kita merasa diterima baik dan betah.  Demi menunjang latihan yang berkesinambungan, jarak dan tentunya biaya juga menjadi pertimbangan.

Instruktur pilates di studio Calm&Strong telah mendapatkan pelatihan bertaraf internasional dan bersertifikasi dan berpengalaman mengajar. Demi menjaga dan meningkatkan kualitas mengajar instruktur kami, setiap minggu diadakan teacher class secara rutin dan juga mengikuti workshop dan pelatihan lanjutan. Peralatan yang kami gunakan berkualitas internasional, dari BASI, untuk keluarga private maupun duet.Posisi kami di jalan Kasablanka cukup strategis, mendekati segitiga emas pusat bisnis di Jakarta Selatan, sekaligus juga tempat yang mudah dicapai dari Jakarta Timur maupun Jakarta Pusat. 

We insure uncertainty, what do we do for something that is certain? We prepare!

#Pilates Studio #Mindful Movement #Calm & Strong #Wellness Lifestyle #Posture & Alignment #pilates jakarta selatan #tempat pilates nyaman di jakarta #rekomendasi tempat pilates jakarta #education of pilates
👁 Read by 38 people
WhatsApp Icon